- Home
- Kelas Belajar
- Flutter dari Nol: Bikin Aplikasi Mobile Pertamamu (To-Do List)
Kelas ini mengajak kamu belajar Flutter mulai dari nol tanpa asumsi pengalaman coding mobile sebelumnya. Kamu akan install semua tools yang dibutuhkan, memahami konsep dasar widget dengan analogi sederhana, hingga membangun layout dan navigasi antar halaman. Di akhir kelas, semua materi digabung menjadi satu proyek nyata: aplikasi To-Do List sederhana yang benar-benar berjalan.
Sebelum bisa bikin aplikasi, kamu butuh Flutter SDK (Software Development Kit) — kumpulan alat, library, dan compiler yang dibutuhkan untuk menulis dan menjalankan aplikasi Flutter — serta editor kode yang sudah dikonfigurasi dengan benar. Proses instalasi ini cuma dilakukan sekali, jadi ikuti pelan-pelan supaya nggak perlu ulang dari awal.
Kita akan install 3 hal utama:
Buka docs.flutter.dev/get-started/install/windows, download file zip Flutter SDK versi terbaru. Ekstrak ke folder yang tidak butuh akses admin dan tidak mengandung spasi, misalnya C:\src\flutter. Jangan ekstrak ke C:\Program Files karena Flutter butuh menulis file di dalam foldernya sendiri.
PATH adalah daftar lokasi folder yang dikenali sistem operasi supaya perintah bisa dijalankan dari Command Prompt di mana saja.
1. Cari "Edit the system environment variables" di Start Menu
2. Klik "Environment Variables"
3. Di bagian "User variables", pilih "Path" → Edit → New
4. Tambahkan: C:\src\flutter\bin
5. Klik OK di semua jendela
Buka Command Prompt baru (harus baru supaya PATH terbaca), lalu jalankan:
flutter doctor
flutter doctor adalah perintah bawaan Flutter yang mengecek apa saja yang masih kurang di sistemmu. Kalau ada tanda silang (✗), itu artinya ada komponen yang belum terinstall — biasanya Android Studio/Android SDK.
Download di developer.android.com/studio. Saat instalasi, pastikan centang opsi "Android Virtual Device" supaya kamu bisa bikin emulator (HP virtual di komputer). Setelah install, buka Android Studio → More Actions → SDK Manager → pastikan "Android SDK Command-line Tools" tercentang.
Jalankan flutter doctor lagi sampai semua tanda centang hijau (kecuali baris soal Xcode/iOS yang memang tidak berlaku di Windows).
Buka docs.flutter.dev/get-started/install/macos, download SDK, lalu ekstrak ke folder, misalnya ~/development/flutter.
Buka Terminal, edit file konfigurasi shell (biasanya ~/.zshrc untuk Mac terbaru):
nano ~/.zshrc
Tambahkan baris ini di paling bawah:
export PATH="$PATH:$HOME/development/flutter/bin"
Simpan (Ctrl+O, Enter, Ctrl+X), lalu jalankan:
source ~/.zshrc
flutter doctor
Sama seperti di Windows, perbaiki satu per satu masalah yang muncul sesuai instruksi di terminal.
Kalau mau menjalankan aplikasi di simulator iPhone, install Xcode dari App Store (ukurannya besar, bisa >10GB). Setelah install, jalankan:
sudo xcode-select --switch /Applications/Xcode.app/Contents/Developer
sudo xcodebuild -runFirstLaunch
Sama seperti di Windows, ini dibutuhkan kalau kamu juga mau menjalankan aplikasi di emulator Android, bukan cuma simulator iOS.
Download VS Code di code.visualstudio.com. Setelah terinstall, buka VS Code lalu:
1. Klik ikon Extensions (kotak di sidebar kiri)
2. Cari "Flutter"
3. Install extension resmi dari Dart-Code
(extension Dart akan otomatis ikut terinstall)
Extension ini menambahkan fitur seperti auto-complete kode, deteksi error, dan tombol "Run" langsung dari VS Code.
Emulator adalah program yang mensimulasikan HP di komputer, jadi kamu bisa test aplikasi tanpa punya HP fisik yang terhubung.
1. Buka Android Studio → More Actions → Virtual Device Manager
2. Klik "Create Device"
3. Pilih model HP (misal Pixel 6), klik Next
4. Pilih system image (misal Android 14), klik Download jika belum ada
5. Klik Finish, lalu klik ikon Play (▶) untuk menyalakan emulator
Tunggu sampai emulator selesai booting (muncul tampilan home screen Android) — proses pertama kali biasanya agak lama.
Sekarang giliran kamu praktik langsung:
flutter doctor di terminal/command prompt, screenshot hasilnya.flutter doctor sendiri di bawah setiap masalah.Target akhir latihan ini: ketika kamu jalankan flutter doctor, semua baris menunjukkan tanda centang hijau (✓) — minimal untuk platform yang kamu pilih (Android saja sudah cukup untuk lanjut ke modul berikutnya). Kalau masih ada masalah yang bikin stuck, catat pesan errornya persis seperti yang tertulis — itu akan jadi bekal penting buat troubleshooting di modul-modul selanjutnya.
Di modul sebelumnya kamu sudah install Flutter SDK dan editor. Sekarang, sebelum kita bikin project pertama, penting untuk paham dulu apa sebenarnya yang barusan kamu install dan bagaimana semuanya bekerja. Ibarat mau masak, kamu perlu tahu dulu mana yang bumbu, mana yang alat masak, sebelum mulai motong bawang.
Flutter adalah framework (kerangka kerja siap pakai yang menyediakan struktur dan alat bantu, jadi kamu tidak perlu bangun semuanya dari nol) buatan Google untuk membuat aplikasi. Bayangkan Flutter seperti set LEGO: Google sudah menyediakan potongan-potongan (tombol, kotak teks, gambar, dll) yang tinggal kamu susun jadi aplikasi utuh, bukan bikin plastiknya sendiri dari awal.
Keunggulan utama Flutter: satu kode bisa jalan di Android dan iOS (bahkan web dan desktop). Jadi kamu tidak perlu menulis aplikasi dua kali dengan bahasa berbeda untuk dua platform berbeda.
Dart adalah bahasa pemrograman yang dipakai untuk menulis kode di Flutter. Kalau Flutter adalah "set LEGO"-nya, Dart adalah "bahasa instruksi" yang kamu pakai untuk memberi tahu bagaimana potongan LEGO itu disusun dan bergerak.
Analoginya: Flutter itu seperti dapur restoran lengkap dengan peralatannya, Dart itu bahasa yang kamu pakai untuk menulis resepnya. Tanpa Dart, Flutter cuma dapur kosong tanpa instruksi apa-apa.
Contoh kode Dart paling sederhana, yang mencetak tulisan ke layar (bukan ke aplikasi HP, tapi ke console/terminal):
void main() {
print('Halo, aku belajar Dart!');
}
Penjelasan singkat: void main() adalah fungsi (blok kode yang menjalankan satu tugas tertentu) utama yang otomatis dijalankan pertama kali. print() adalah perintah untuk menampilkan teks.
Kamu bakal sering dengar kata widget mulai dari sini. Widget adalah setiap "komponen" tampilan di Flutter — mulai dari teks, tombol, gambar, sampai seluruh halaman aplikasi, semuanya disebut widget. Ingat analogi LEGO tadi? Widget adalah setiap potongan LEGO itu sendiri. Ini akan kita bahas lebih dalam di modul 4, jadi untuk sekarang cukup tahu istilahnya dulu.
Banyak pemula bingung: kok kode teks bisa jadi aplikasi yang bisa disentuh-sentuh di HP? Ini alurnya secara sederhana:
Kabar baiknya: kamu tidak perlu paham detail proses compile itu untuk bisa mulai bikin aplikasi. Flutter mengurus itu semua secara otomatis di belakang layar begitu kamu tekan tombol "Run".
Karena nanti kalau muncul error atau istilah asing di layar (misalnya "widget", "build", "hot reload"), kamu sudah punya gambaran kasar itu bagian dari proses yang mana. Ini bakal bikin proses belajar jauh lebih cepat dibanding langsung asal copy-paste kode tanpa tahu kenapa.
Sebelum lanjut ke modul berikutnya (bikin project Flutter pertama), coba latihan Dart murni dulu tanpa perlu buka project Flutter:
void main() {
print('Nama saya: [isi namamu]');
print('Saya sedang belajar Flutter!');
}
print() terpisah.Latihan ini sengaja sederhana — tujuannya bukan bikin aplikasi, tapi membiasakan matamu dengan struktur dasar kode Dart (void main() dan print()) sebelum kita masuk ke dunia widget yang lebih visual di modul berikutnya.
Modul baru ditambahkan secara berkala hingga kelas ini lengkap. Simpan halaman ini dan kembali lagi untuk lanjut belajar.